4 Cara Mengetahui Bayi Kurang Sehat Dalam Kandungan

Melahirkan bayi dengan selamat dalam kondisi yang sehat adalah impian semua ibu hamil. Oleh sebab itu, banyak wanita hamil menjaga pola makan serta menjalankan aktivitas yang baik untuk kesehatan bayinya. Akan tetapi, hal tersebut belumlah cukup. Ibu hamil juga perlu mengetahui tanda-tanda perkembangan bayi di dalam kandungan.

Mengetahui tumbuh kembang bayi di dalam perut, dapat membantu ibu untuk mengetahui usia bayi dan mempersiapkan diri menjelang hari kelahiran. Selain itu, untuk menjaga kesehatan bayi dalam kandungan, ibu juga harus tahu tanda-tanda bayi tidak sehat dalam kandungan. Hal ini membantu ibu untuk bertindak dengan cepat dalam menyelamatkan bayi jika terjadi masalah. Jika tidak, maka bayi bisa saja tidak dapat diselamatkan.

Oleh karena itu, kali ini saya akan memberitahukan kepada ibu hamil termaksud wanita yang hamil muda, tentang cara mengetahui bayi kurang sehat dalam kandungan.

1. Merasakan Kram Pada Perut Di Awal Kehamilan

Jika kalian merasakan kram atau nyeri pada bagian perut secara terus-menerus tanpa henti, maka kalian perlu waspada. Kram akan terasa seperti denyut saat menstruasi dan rasa sakit ini tidak berhenti dan terus menerus terjadi. Maka, kondisi tersebut bisa menjadi pertanda bahwa bayi dalam keadaan kurang sehat. Jadi, kalian harus segera konsultasi ke dokter jika mengalami hal tersebut.

Jika kondisi ini terjadi pada masa akhir kehamilan, mungkin hal itu hanyalah kontraksi palsu yang menandakan bayi tidak lama lagi akan dilahirkan atau bisa juga rasa dari ukuran bayi yang mulai membesar. Tetapi, perlu diwaspadai jika terjadi nyeri yang berkepanjangan bahkan saat usia bayi sudah hampir 9 bulan.

2. Tidak Ada Gerakan Bayi Di Dalam Perut

Biasanya bayi yang menginjak usia 20 Minggu, akan melakukan tendangan kurang lebih sepuluh kali dalam sehari. Tendangan tersebut akan mudah dirasakan seiring bertambahnya usia bayi. Ibu akan merasakan kaki mungil bayi yang menendang dan rasanya tidaklah sakit untuk usia awal.

Akan tetapi, jika tendangan bayi berhenti dan tidak dapat dirasakan lagi, bisa jadi bayi di dalam perut sedang mengalami masalah. Coba periksa apakah tendangan tersebut dalam sehari sudah tidak ada atau mungkin tendangan bayi melemah. Saat mengalami kondisi ini, segeralah konsultasi ke dokter.

3. Tidak Ada Detak Jantung Bayi Di Dalam Perut

Detak jantung bayi akan terasa di minggu ke 15, denyutan kecil yang ada dalam perut menandakan bayi dalam keadaan baik-baik saja. Jadi, ibu perlu mengenali denyut jantung bayi. Kalian bisa memeriksa detak jantung bayi dengan meletakkan telapak tangan di perut dan ibu juga bisa mengenalinya secara langsung.

Apabila, denyut jantung tiba-tiba berhenti dan kalian tidak bisa merasakannya atau denyut bayi mengecil hal ini perlu diwaspadai. Bisa saja ada masalah pada kesehatan bayi dalam perut. Maka segeralah konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

4. Mengalami Pendarahan

Saat terjadi kerusakan plasenta atau bagian dalam perut mengalami kerusakan, maka Miss V akan mengeluarkan darah. Di masa hamil, saat darah keluar baik dalam jumlah banyak maupun sedikit kalian tetap perlu waspada. Kerusakan plasenta maupun masalah lainnya yang menyebabkan darah keluar itu dapat mempengaruhi kesehatan bayi dalam perut.

Dalam pendarahan juga bisa menjadi pertanda keguguran. Oleh sebab itu, segera konsultasi ke dokter. Walaupun hanya setetes atau cuman flek merah yang kalian temukan keluar dari Miss V, Kalian tetap harus waspada.

Sebagai seorang ibu, selalu menginginkan hal terbaik untuk bayinya. Kesehatan adalah hal utama saat proses kehamilan. Semoga artikel ini bisa membantu yah.

Advertisement

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *